Bisa Sebabkan Komplikasi Parah, Waspadai Bahaya Anemia pada Lanisa
SehatQ.com

14 weeks ago

Bisa Sebabkan Komplikasi Parah, Waspadai Bahaya Anemia pada Lanisa

Anemia atau yang familiar disebut sebagai kurang darah, selama ini sering disepelekan. Padahal, anemia disebut dapat meningkatkan risiko kematian bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung , kanker, infeksi HIV, dan kondisi medis lainnya.

Melihat hal tersebut, bahaya anemia tentu tidak bisa diremehkan. Perlu perhatian lebih, untuk melindungi lansia dari berbagai akibat yang bisa timbul akibat kondisi kurang darah tersebut.

Wasapadai bahaya anemia, kenali komplikasi yang bisa terjadi

Pada lansia, kondisi anemia perlu diwaspadai. Pasalnya, lansia dengan anemia ringan saja, sudah mulai berisiko mengalami penurunan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Kondisi anemia dikatakan ringan, apabila kadar hemoglobin di tubuh masih dalam rentang normal, tapi sudah berada di batas bawahnya. Rentang normal kadar hemoglobin adalah 14-17 mg/dL untuk pria, dan 12-15 mg/dL untuk wanita.

Salah satu contoh bahaya anemia yang bisa timbul adalah peningkatan risiko kematian, bagi lansia yang memiliki riwayat gagal jantung, dan memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Selain gagal jantung , lansia yang memiliki riwayat kanker dan HIV juga berisiko lebih tinggi mengalami kematian, akibat kondisinya.

Tidak hanya itu, berberapa kondisi ini juga bisa muncul pada lansia, sebagai akibat kurang darah yang perlu diwaspadai.

• Lebih rentan terhadap penyakit.

• Kemampuan fisik menjadi berkurang.

• Menurunnya fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan berbicara, serta pemahaman akan kondisi sekitar.

• Berisiko lebih tinggi mengalami demensia.

• Menjadi sulit bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.

• Lebih berisiko jatuh.

• Kepadatan tulang dan otot menjadi berkurang.

• Peningkatan risiko depresi.

[[artikel-terkait]]

Jenis-jenis anemia yang sering diderita lansia

Perlu diingat, tidak semua lansia mengalami kondisi serupa, meski risiko bahaya anemia yang timbul bisa serupa.

Mengenali jenis anemia yang dialami, bisa membantu Anda untuk menentukan perawatan yang tepat, agar anemia tidak berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

Ada beberapa jenis anemia yang bisa dialami lansia, di antaranya:

1. Anemia chronic disorder

Anemia chronic disorder (ACD), merupakan jenis anemia yang paling umum diderita lansia. Lansia yang mengalami ACD, masih memiliki cukup zat besi di tubuhnya. Namun, sumsum tulangnya sudah tidak lagi mampu untuk menambahkan zat besi ke sel darah merah.

ACD umumnya timbul pada lansia yang memiliki riwayat kanker, gagal ginjal kronis, penyakit vaskular kolagen, kanker, atau infeksi kronis.

2. Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling banyak diderita lansia setelah ACD. Anemia jenis ini bisa terjadi, ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi.

Sementara itu, sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, yang merupakan bagian penting dari sel darah merah. Sehingga, orang yang kekurangan zat besi, bisa mengalami kurang darah.

3. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat

Tidak hanya zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 dan folat, untuk bisa membuat sel darah merah yang sehat. Sehingga, kekurangan kadar vitamin B12 dan folat di tubuh, bisa mengurangi produksi sel darah merah di tubuh.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat juga bisa terjadi, saat lansia sebenarnya sudah cukup mengonsumsi asupan yang mengandung keduanya, namun tubuh tidak dapat memprosesnya.

4. Anemia aplastik

Meski jarang terjadi, anemia aplastik perlu lebih diwaspadai. Pasalnya, pada kondisi ini, kematian menjadi salah satu bahaya anemia yang bisa terjadi.

Lansia dengan anemia aplastik, tidak dapat memproduksi sel darah merah yang cukup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, konsumsi obat tertentu, penyakit autoimun, dan paparan bahan kimia.

5. Anemia hemolitik

Seseorang bisa mengalami jenis anemia ini, apabila sel darah merah yang lama, sudah terlebih dahulu hancur, sebelum sumsum tulang memproduksi sel darah merah baru.

Hindari bahaya anemia dengan cara ini

Tidak semua jenis anemia bisa dicegah. Namun, anemia defiensi besi serta anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan berbagai vitamin dan nutrisi, termasuk:

Zat besi. Makanan yang kaya akan kandungan zat besi di antaranya daging sapi dan daging-dagingan lainnya, kacang, sayuran hijau, serta buah kering.

Folat. Folat bisa didapatkan dari buah dan jus buah, sayuran hijau, kacang polong, roti, sereal, dan pasta.

Vitamin B12. Makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12 di antaranya daging, produk susu, dan olahan kacang kedelai.

Vitamin C. Vitamin C bisa ditemukan pada buah-buahan yang asam, paprika, brokoli, tomat, melon dan stroberi.

Jika konsumsi makanan dirasa belum cukup memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, maka lansia dapat mengonsumsi suplemen multivitamin atau penambah darah. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen, berkonsultasilah terlebih dulu ke dokter , untuk memastikan kemanannya.