Inilah Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Perlu Ibu Waspadai
SehatQ.com

14 weeks ago

Inilah Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Perlu Ibu Waspadai

11 Jul 2019 | Oleh

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kehamilan merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pasangan setelah menikah. Namun, bila dokter tiba-tiba memvonis bahwa janin Anda tidak berkembang, tentunya kenyataan tersebut akan sangat mengecewakan.

Kehamilan anembrionik atau hamil kosong sering disebut sebagai penyebab janin tidak berkembang. Bagaimana kondisi ini bisa terjadi sehingga menyebabkan janin tidak berkembang?

Kehamilan anembrionik sebagai penyebab janin tidak berkembang

Kehamilan anembrionik atau hamil kosong bisa dibilang sebagai penyebab utama janin tidak berkembang. Sekitar 50% kasus keguguran disebabkan oleh kehamilan anembrionik. Kondisi ini seringkali terjadi pada periode awal kehamilan, bahkan mungkin sebelum seseorang menyadari kehamilannya.

Dalam kehamilan normal, embrio umumnya akan berkembang setelah 5-6 minggu kehamilan. Sedangkan pada kehamilan anembrionik, embrio tidak bisa berkembang meski sel telur berhasil dibuahi dan telah terbentuk kantong kehamilan. Perlu diketahui bahwa kehamilan anembrionik tidak disebabkan oleh hal apa pun yang Anda lakukan sebelum ataupun saat kehamilan.

Kondisi ini disebabkan oleh kelainan kromosom yang dipengaruhi oleh kualitas sel telur atau sperma yang rendah, serta pembelahan sel yang abnormal. Tubuh pun secara spontan akan menghentikan kehamilan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang.

Ketika mengalami kehamilan anembrionik, Anda akan mengalami tanda-tanda kehamilan, seperti tidak menstruasi, nyeri payudara, dan hasil tes kehamilan yang positif. Akan tetapi, setelah itu muncul tanda-tanda keguguran, di antaranya:

• Terdapat bercak atau perdarahan di vagina

• Perut terasa kram

• Menstruasi yang lebih berat dari biasanya

Dari poin-poin di atas, salah satu hal yang perlu dicatat adalah perdarahan di masa kehamilan tidak selalu menjadi tanda keguguran . Oleh sebab itu, pastikan Anda memeriksakan kandungan ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut.

[[artikel-terkait]]

Bisakah hamil kosong dicegah?

Kehamilan anembrionik atau hamil kosong sebenarnya tidak dapat dicegah. Akan tetapi, terdapat langkah-langkah yang bisa Anda ambil untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sukses. Cara-cara tersebut, di antaranya:

1. Diet kesuburan

Melakukan diet seimbang dengan asupan nutrisi harian yang cukup dan mempertahankan berat badan yang sehat, sangatlah diperlukan untuk mendapat kehamilan yang sukses. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan zat besi, seperti sayuran berdaun hijau gelap, juga dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan yang baik.

2. Mengonsumsi suplemen asam folat

Sebelum kehamilan, Anda disarankan mengonsumsi suplemen asam folat untuk membantu mencegah cacat lahir otak dan sumsum tulang belakang pada bayi. Anda dapat mengonsumsi suplemen ini setiap hari. Sebuah studi mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen asam folat satu tahun sebelum kehamilan dapat mengurangi risiko 50% kelahiran prematur.

3. Tes genetik

Ketika berencana untuk hamil, ada baiknya jika Anda melakukan tes genetik untuk mengetahui kemungkinan Anda dapat mengalami blighted ovum dan mendapatkan kehamilan yang sukses. Selain itu, tes ini juga dapat dilakukan jika Anda memiliki riwayat keguguran yang berulang. Oleh sebab itu, tes genetik sangat diperlukan dalam merencanakan kehamilan.

4. Meditasi

Meditasi juga bisa menjadi langkah yang bisa diambil. Meditasi akan membantu Anda terhindar dari stres dan membuat pikiran menjadi lebih tenang dalam mengusahakan kehamilan yang sukses.

Setiap wanita tentu tidak ingin mengalami blighted ovum atau kehamilan anembrionik. Oleh sebab itu, perencanaan kehamilan yang baik harus dilakukan agar kehamilan bisa sukses dan mengurangi kemungkinan mengalami hamil kosong.

Selain janin tidak berkembang, masalah lain pada kehamilan yang cukup sering terjadi, yaitu janin lambat berkembang atau IUGR (Intrauterine Growth Restrictions) . Kedua hal seringkali disamakan, meski jauh berbeda.

Pada janin tidak berkembang, janin benar-benar tidak mengalami perkembangan atau bahkan tidak ada janin yang berkembang. Sementara, pada janin lambat berkembang, terjadi perkembangan yang lambat pada janin.

Adapun janin lambat berkembang, yaitu keadaan di mana janin dalam kandungan lebih kecil dari yang seharusnya. Kondisi ini terjadi ketika janin tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga memperlambat pertumbuhan janin.

Pertumbuhan janin pun menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga bayi biasanya memiliki berat badan rendah ketika lahir. Akan tetapi, tidak semua bayi yang lahir dengan berat badan rendah disebabkan oleh kondisi ini, karena bisa saja hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lain seperti keturunan.