Jelang Sidang di MK, Polda Banten Imbau Warga Hormati Mekanisme Hukum
Beritasatu.com

17 weeks ago

Jelang Sidang di MK, Polda Banten Imbau Warga Hormati Mekanisme Hukum

Serang, Beritasatu.com - Menjelang sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dimulai pada tanggal 14 Juni 2019 mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Banten secara intensif menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan imbauan kepada warga untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Warga Banten juga diimbau untuk menghormati mekanisme hukum yang akan berlangsung di MK dengan cara tidak melakukan aksi demo.

“Kami bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama dan ulama serta ormas untuk bersama Polri dan TNI mencegah kelompok massa ke Jakarta. Sosialisasi di media pun secara intensif kami lakukan. Kami mengimbau kepada masyarakat Banten untuk mengikuti proses hukum yang berlangsung dan menghormati mekanisme hukum tanpa harus mengikuti demo ke Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, kepada SP, Rabu (12/6/2019) pagi.

Edy menjelaskan, sejauh ini belum ada pergerakan massa dari Banten menuju Jakarta. Polda Banten bersama seluruh jajaran Polres di kabupaten/kota di Banten akan terus secara optimal melakukan langkah preemptive melalui pendekatan dialog dan komunikasi dengan tokoh agama, ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan juga tim kedua pasangan calon.

Tidak hanya itu, lanjut Edy, Polda Banten juga melakukan langkah-langkah preventif melalui pengawasan media sosial dan upaya orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin mengganggu kedamaian bangsa.

“Kami akan mengawasi orang-orang yang menghasut warga dan melakukan kegiatan penggalangan massa. Kami juga akan melakukan langkah penyekatan, dan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yg diduga rawan tindak kejahatan,” ujarnya.

Edy mengatakan, Polda Banten juga akan memeriksa orang-orang yang dicurigai akan tetap ke Jakarta.

“Kami akan periksa orang-orang di terminal, stasiun kereta api dan gerbang masuk tol arah Jakarta. Kendaraan bermotor akan diperiksa dan juga melakukan penyelidikan kelompok-kelompok radikal. Kami ingin mengedukasi masyarakat lewat kegiatan operasi cipta kondusif,” ujarnya.

Edy mengatakan, pemantauan pergerakan massa akan secara intensif dilakukan. Kalau pun ada warga yang tetap nekad datang ke Jakarta, maka langkah yang dilakukan adalah pengawasan dan razia terhadap barang-barang bawaan.

“Kami akan menindak tegas warga yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya,” tegasnya.

Sumber: Suara Pembaruan