Dokter Italia akan lakukan operasi cangkok kepala manusia pertama di dunia
Lokadata.id

4 years ago

Dokter Italia akan lakukan operasi cangkok kepala manusia pertama di dunia

Tim dokter sedang melakukan operasi terhadap seorang pasien

Sebuah terobosan baru dalam dunia kedokteran akan dilakukan oleh sebuah tim dari Italia dan Tiongkok. CNN Indonesia menulis untuk pertama kalinya, transplantasi atau cangkok kepala manusia akan dilakukan oleh tim dokter bedah gabungan dari Tiongkok dan Italia pada seorang pasien sukarela yang mengidap penyakit langka.

Operasi ini akan dilakukan di China, dan pasien pertamanya adalah Valery Spiridonov, warga negara Rusia yang mengidap penyakit Werdnig-Hoffman, yang menyerang saraf otot di tubuhnya.

Ide ini, seperti dilansir oleh Liputan6 pertama kali diusulkan pada 2013. Lewat upaya ini, Sergio ingin memperpanjang kehidupan orang-orang yang memiliki otot dan saraf telah rusak.

Ia mengklaim bisa menghadapi tantangan utama tindakan operasi ini seperti mengenai penyambungan sumsum tulang belakang dan penolakan sistem kekebalan tubuh terhadap kepala yang ditransplantasi. Operasi penuh tantangan dan tinggi risiko ini rencananya siap dilakukan pada 2017.

Orang pertama yang terpilih menjadi subjek tindakan penelitian ini adalah pria Rusia bernama Valery Spridinov. Valery menderita penyakit langka genetik Werdnig-Hoffman yang membuat saraf di tubuhnya tidak berfungsi seperit orang normal. Ia bersedia untuk menjalanai prosedur beresiko untuk memberikan kesempatan dirinya hidup dalam tubuh sehat.

Canavero, menurut GoRiau menggubris tolakan tim medis dan tetap berniat untuk melakukan transplantasi kepala pertamanya di dunia. Ia mengungkap, paling lambat transplantasi tersebut akan dilakukan pada Desember 2017 mendatang.

Canavero tidak akan sendirian untuk melaksanakan operasi ekstrem ini, ia akan dibantu oleh rekannya yang juga menjadi ahli bedah di China Harbin Medical University, Ren Xiaoping.

Xiaoping pun bukan tergolong orang baru dalam seluk beluk transplantasi organ tubuh manusia. Dikabarkan, sampai saat ini ia telah berhasil melakukan transplantasi kepala tikus ke sebanyak 1.000 ekor tikus.

Padahal jika dilihat dari tingkat keberhasilannya, seperti ditulis oleh Detikcom yng mengutip The Wall Street Journal, sebagian besar tikus yang 'dimodifikasi' oleh Ren hanya mampu bernapas, minum dan melihat, dengan menggunakan kepala yang baru, hanya dalam hitungan menit saja.

Kendati begitu, Dr Ren meyakini ia telah menyempurnakan prosedur yang dimilikinya, terutama dalam hal 'menyambungkan' dan mengalirkan darah beroksigen dari otak ke bagian tubuh yang baru. Dan ia berharap ketika melakukan ujicoba dengan monyet, hewan primata ini memiliki kemungkinan untuk 'hidup sedikit lebih lama (daripada tikus, red)'.

Berdasarkan rincian yang dibuat oleh Sergio, operasi transplantasi kepala Valery diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam. Kepala Valery akan dipisahkan dengan tubuhnya, kemudian kepalanya dicangkokkan ke tubuh pendonor dengan menggunakan jahitan dan lem.